Masyarakat Diajak Bijak dan Cerdas Manfaatkan Keterbukaan Informasi
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas memanfaatkan keterbukaan informasi publik di era digital saat ini.
Layanan informasi publik tidak hanya berjalan secara administratif,
Ajakan ini dipaparkan dalam seminar bertajuk “Keterbukaan Informasi di Era Digital: Bijak Mengakses, Cerdas Mengawasi” yang digelar Diskominfotik DKI Bersama Pemkot Jakarta Barat, Kamis (21/5) di di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretaris Kota Jakarta Barat, Imron Sahri, diikuti 100 peserta dari unsur kader PKK, Dasawisma, FKDM, FKUB, Karang Taruna, Komunitas Informasi Masyarakat, hingga pengelola PPID kecamatan dan kelurahan se-Jakarta Barat.
Rano Minta Diskominfotik Perkuat Strakom Menuju 5 Abad JakartaMenurut Imron, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keterbukaan informasi publik, baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat umum.
“Sebagai badan publik dengan kategori informatif, Pemkot Jakbar senantiasa menghadirkan layanan informasi publik yang handal, mudah diakses, serta didukung pengelolaan informasi yang cepat dan terpercaya,” ujarnya.
Dilanjutkan Imron, penguatan keterbukaan informasi juga dilakukan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui pengelolaan microsite dan media sosial untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang aktual dan berkualitas mengenai layanan dan program pembangunan.
Selain itu, penyebarluasan informasi publik juga diperkuat melalui layanan kontributor berita yang dibantu teknologi Artificial Intelligence (AI) dan terintegrasi dengan website resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Syali Gestanon menambahkan, keterbukaan informasi publik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan partisipatif.
Ditegaskannya, komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat keterbukaan informasi publik tercermin dari keberhasilan meraih penghargaan Badan Publik Informatif Terbaik Nasional pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat RI.
“Melalui peran PPID, kami terus mendorong layanan informasi publik tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga semakin mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Syali.
Menurut Syali, Pemprov DKI Jakarta saat ini terus mengembangkan berbagai inovasi digital, seperti Portal Satu Data Jakarta, Superapp JAKI, layanan JakWifi, hingga program Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) guna mendukung keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang lebih efektif.
Melalui seminar ini, diharapkannya masyarakat semakin sadar terhadap hak atas informasi publik, bijak dalam mengakses informasi, serta cerdas dalam mengawasi jalannya pemerintahan di era digital.
"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan wawasan dan pemahaman sehingga masyarakat semakin cerdas serta bijak mengakses informasi di era digital," tandasnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber Ketua Komisi Informasi Pusat periode 2009-2011 Alamsyah Saragih, Ketua Bidang ESA KI DKI Jakarta Ferid Nugroho dan Kepala Advokasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Edi Primayogha.